« May 2008 | Main | July 2008 »

..Pingsan (Lagi)..

Sudah cukup lama aku tak merasakannya lagi. Bersyukur sih, karena tak merasakan satu hal ini berarti aku baik-baik saja, hehehe...Ndilalah kok kemaren, aku malah merasakannya lagi. huhuhuhu...IYA! Aku pingsan. Hiks...hiks...Tapi, kali ini pingsannya cukup tentram. Karena aku sedang dalam pangkuan mama.

Pagi pas sampe kantor, tiba2 kudapati perutku sakit banget. Tapi aku masih bisa bertahan tanpa obat (secara aku nyari SENDIRI keliling kantor tapi nggak dapet). Jujur menit-menit berikutnya makin berat buatku. Aku nggak tahan. Nggak ada yang peduli pula. No one (meskipun cuma bersimpati lewat sms). Hehehe...dasar aku ngalem, kayak anak kecil (lagi).

Jam makan siang datang. Aku dijemput keluargaku untuk makan siang bareng. Aku tergolek lemas dengan mimik wajah paling jelek karena menahan sakit (padahal udah minum obat). Kami tiba di sebuah rumah makan, tak jauh dari kantorku. Memesan beberapa menu favorit masing-masing, kemudian menunggu...

Aku berusaha sebisa mungkin untuk merasa lebih enakan. Duduk dengan kaki diangkat-duduk dengan punggung melorot-hadap kanan-hadap kiri-menjatuhkan kepala di pundak mama. Sampai pesanan datang satu per satu pun perutku masih sakit. Ketika mama menyendokkan nasi putih di atas piringku, ketika itulah sekujur tubuhku lemas. Seperti kehilangan energi, sama sekali tak bersisa.

Entah apa yang terjadi, berikutnya aku sadar kalau tubuhku dalam pangkuan mama. Semua anggota keluarga dengan cepat menghabiskan makanan. Kudengar perlahan suara papa, "Buruan dihabisin, abis ini bawa kakak ke UGD RKZ." DEG! Rumah sakit? (lagi?). Sekelabat bayangan muncul dalam benakku. Infus, jarum suntik, oksigen, para suster, dan sebagainya. HWAAAAAAA...kayak dulu lagi dong???

"Bismillah..." Menit berikutnya, setelah kukumpulkan sisa energi yang ada, kupanggil papa. "Pa, berdiri di kananku, tarik aku. Aku mau duduk," pintaku pada papa. Papa pun mengiyakan. Rasa sakit itu masih sangat melekat, aku meringis tak jelas sembari memegang perut. "Lakukan gerakan yoga!" kata papa. (Batinku bilang: Hah? Papa tahu gerakan yoga?). Hehehe...

Aku mencoba menyilangkan kakiku, berkonsentrasi dan melakukan pernapasan diafragma. Berkali-kali. Dan...rasanya lebih baik! Kuminum obat yang kedua siang ini. Ah, tak biasanya aku minum dua tablet dalam kurun waktu tak sampai satu jam. Yeah, then kondisiku membaik.

Makanan di atas meja nyaris tak tersisa. Perutku berdendang. Kupesan satu menu lagi dan memakannya sampai habis (tapi makan juga dibantuin semuanya, hehehe...). Inginku tak kembali ke kantor, sejenak saja beristirahat di rumah. Tapi terbayang raut tak mau tahu dan tak peduli dalam benakku. Kuurungkan niatku dan memilih untuk diantar kembali ke kantor. Memang masih sakit, tapi nggak apa2lah ^^

Aku belajar lagi kemarin.

Aku yang ngalem, kesel banget nggak dipeduliin orang lain pas lagi sakit. Tak seharusnya aku begitu. Orang lain punya kesibukan masing-masing. Punya prioritas sendiri-sendiri. Aku nggak boleh ngalem. Harus lebih bisa nerima. Harus lebih bisa mengandalkan diri sendiri, maksimal opsi adalah keluarga, mereka yang pasti sayang aku dan tak kan pernah pamrih ataupun keberatan ketika aku bersandar.

                            

..Datang Lagi..

Kesempatan itu, datang lagi!!!

Aku patut berbangga.

Kujelang,

atau...

kulepas lagi???

..Memang tak Semua..

Setelah beberapa kali saat ulang tahun mama, aku tak hidup serumah dengannya, finally tahun ini aku hidup serumah bersama. That's why, aku dan adek ingin memberikan such a surprise 'party'. Ide itu datang sehari sebelum hari H. Kami berencana tidak pulang sampai pukul 00.00 di tanggal 18 Juni.

Dalam bayanganku, at least bakal ada temen2 deketku dan adek yang ikut memeriahkan suasana. Ya, terutama mereka yang emang kenal baik ama mama. Aku cuma pengen mama tau, kalo banyak yang sayang sama mama. Adek juga berpikir begitu, tapi berhubung temen deket adek yg kenal baik ama mama lagi keluar kota, nggak bisa deh!

Kalo aku...beberapa temen deketku yang kenal baik ama mama sih ada, lebih banyak dari temen adek pula (baca: kalo adek ada satu temen, aku ada dua temen, hehehe...). Mereka tahu kok kalo mama mau ultah, bahkan tau kalo aku ama adek mau bikin surprise 'party'. Sayangnya, nggak ada yang bisa ikutan. Hmmm...sebenernya aku nggak tau, mereka bisa atau enggak, krn aku emang tidak secara eksplisit meminta mereka untuk datang.

Aku hanya berpikir: "Kalau mereka tau mama mau ultah, mereka tau aku mau bikin surprise, at least mereka pasti tanya dong? Atau berinisiatiflah utk ngelakuin apa kek...(sekadar bertanya, gimana persiapannya? mau dibantuin apa?). Masalahnya, mereka terhitung kenal baik kok ama mama. Mama selalu menunjukkan kepeduliannya pada mereka, masa' iya mereka nggak melakukan sebaliknya?" (baca: aku jadi nggak respek. aku jadi berpikir kalo mama terlalu baik. temenku cuma manfaatin kebaikan mama.aduh, aku jadi mamamania nih...too childish ya? mungkin emang terlalu childish, aku sadar, tak seharusnya aku sengalem itu. tapi, biarlah hari ini kunikmati ke-childishanku, in mom's birthday, hehehe...).

Tanggal 17 malam itu bener2 agak ribet. Belum beli hadiah, belum beli kue, belum beli mawar, lilin, kertas kado, bungkus kado,...Aku kerja sampe malem, adek juga. UGH! Pengennya dibantu. Iya dibantu ama temen yang kenal baik ama mama.

Then, alhamdulillah, adekku dapet bantuan, thanx to Sist Rere yg nemenin adek ke Delta, bahkan membelikan aku makan (tau nggak sih kalo makanan itu sangat kunanti, meski aku nggak secara eksplisit bilang? krn lagi2 aku lupa belum makan nasi dari siang. kelaparanku ditolong susu anlene dari Mbak Yola, hehehe...). Next, thanx to "Mama" Antro dan pacarnya yg nemenin adek beli bunga.

Setelah waktu begitu mepet, akhirnya aku pun dapat bantuan. Thanx to Mr. IT yang mau nemenin beli Strawberry Birthday Cake di 10 menit menjelang jam 9 (untung Holland Bakery masih buka pas jam 9 lewat 15 kita nyampe). Juga makasih buat Mr. Chef yang bantuin bungkus kado sambil kuomel2in (hehehe...maaf!). Thanx juga buat "The Parkers" yang udah mau menampung aku ama adek sembari menanti jam 23.45.

Thanx for all the help, KARENA AKHIRNYA...aku dan adek bisa lihat rona bahagia di wajah mama ketika kami mengetuk pintu kamarnya, menyanyikan lagu "Happy Birthday" sambil membawa Strawberry Birthday Cake dengan lilin berbentuk angka 49, menggenggam sebuket mawar putih dan sebuah kado berbungkus hijau cantik. Aku dan adek bahagia, bisa melihat mama tersenyum gembira luar biasa saat ke luar dari kamar, meniup lilin, membuka hadiah dari kami, dan mencium mawar putih.

Dini hari itu, kami bertiga duduk bersama, masing-masing dari kami menahan airmata, mengusahakannya agar tak sampai terjatuh dan mendarat manis di pipi. Kami berpelukan dengan perasaan penuh sayang. Kami bahagia! MEMANG, tak SEMUA mengerti nilai yang kami miliki, rasa yang kami resapi, dan kekuatan ikatan kami. Hanya kami yang tahu!

Lepas dari tanggal 18, aku menyadari sesuatu. Bahwa tiap orang punya value pribadi yang memang tak sama denganku. Aku harus menghargainya. Aku boleh kecewa, tapi aku tidak boleh memaksakan siapa pun untuk mengerti valueku. Aku boleh mengomunikasikannya, tapi lagi2 tidak memaksanya.

Selain itu, aku juga belajar...lebih tepat kalo aku mengandalkan diriku sendiri (maksimal, mengandalkan keluargaku. adek, mama, dan papa). Berharap atau bergantung pada orang lain bisa membuatku kecewa, bahkan lemah kalau ternyata memang orang lain itu tak bisa diandalkan.

(nb: temen dalam tulisan ini JELAS BUKAN PACAR. then, blog ini kutulis dengan sangat kekanak2an)

..Aku jadi Tante..

Tak kupungkiri, ada sedikit sesal dalam hati. Tak bisa kudengar tangisnya, tak bisa kulihat wajahnya, tak bisa kusentuh tubuh mungilnya. TAPI, aku yakin dia begitu cantik, perpaduan antara sahabatku, Indri, dengan Dimas suaminya.

Aku benar-benar ikut merasakan kebahagiaan sahabat dari SD-ku itu. Walau aku tak tahu, bagaimana ia mempertaruhkan nyawanya demi bayi cantik berbobot 2.9 kilo itu. Walau aku tak tahu, bagaimana wajah bahagianya mendengar tangis pertama yang memekakkan telinga tepat pukul 04.20 WIB. Aku hanya YAKIN kalau Indri kuat dan akan menjadi ibu yang sangat baik.

Pokoknya, pagi ini aku bahagia!!! BAHAGIA banget...karena aku...JADI TANTE ^^

..Me&deskmate: Kehilangan..

Belum genap sebulan aku kehilangan left deskmate-ku tersayang. Dia yang SUPERrame, gak jaim, gila, sinting, miring, dan gak jelas itu pergi. Ia memilih tantangan baru, mengadu nasib (included nasib percintaannya) dan peruntungannya di ibukota. Jalan dua minggu di sana, tampaknya ia cukup menikmati. Menikmati pekerjaan barunya, lingkungan kerja barunya, gaya kerja barunya, juga para rekan kerja barunya.

I'm so happy for you mbak! Iya, aku bener2 ikutan happy. Bisa ikut ngerasain gimana dia menemukan kebebasan di sana. Seperti terlepas dari semua perasaan mengganjal dan tertekan yang selama ini ia kecap di tempatku sekarang berada.

Then, kemaren, back deskmate-ku juga bersiap menghilang dariku. Dia yang super sabar, baik, lugu, polos, lembut, keibuan (KEBALIKAN dari left deskmate-ku) selama ini menjadi sosok yang begitu klop bagiku. Ya, karena dia mampu melengkapi, menyisipkan kekuranganku dengan kelebihannya. Karena dia sungguh2 kebalikanku (juga), aku banyak belajar hal-hal baik darinya ^^

Hari ini eksekusi back deskmate-ku. Dia pindah ke divisi lain. Hari pertama baginya dengan pekerjaan baru (walau di tempat yang sama), sepertinya dia cukup menikmati. "Cuma butuh belajar banyak Bee," katanya. Yeah, dan ini hari pertamaku juga. Yeah, finally, here i am...with my new back deskmate. Beradaptasi lagi.

Aku hanya berharap yang terbaik untuk deskmates yang telah meninggalkan aku. Semoga betah di tempat baru. Aku juga berharap, deskmate baruku...semoga betah deket ama aku, huehehehe...

Ya, beginilah hidup...bisa silih berganti, seperti musim. Pertanyaannya, KAPAN AKU YANG MENINGGALKAN DESKMATE-ku? hahahaha...

..Sakit yang Sama..

Senin itu, entah kenapa aku ingin berangkat pagi ke kantor. Hmmm...bisa jadi menyetor tulisan salah satu alasannya. Peutku kosong pagi itu. Belum sempat menyicipi masakan buatan mama. Kuputuskan membeli jajanan di lantai 2. Ditemani mochaccino, aku melahap habis kue yang kubeli.

Siangnya, aku tak merasa lapar. Alhasil, hanya memakan camilan. Apa itu? Aku sudah lupa. Malamnya, aku melancong ke TP krn di depan rumah rame bazaar (daripada susah masuk rumah, mending aku ngacir, hehehe...). Di food court itu, aku yang lgi pengen mie, akhirnya menjatuhkan pilihan pada miho singapore yang emang kesukaanku sejak SMA. Ya itu...LUPA kalo belum makan nasi seharian, hehehe...

Selasanya, aku wawancara seharian. Pagi makan sih, jam 7an gitu. Tapi, baru kelar ini-itu jam 3 sore. Jadilah aku baru makan jam segituan. Beberapa detik setelah makan, UGH! perut bagian kanan bawah-ku sakitnya LUWAR BIASA!!!

Aku mengubah posisi duduk, sampe nungging, jongkok, muter2 nggak jelas, dan...TETEP SAKIT! Aku minta obat maag ke deskmateku. But, how poor i am...ndak terlalu ngefek. Aku harus menanti rolling-an sakitnya perutku itu. Seperti jarum jam, ketika aku terpaku pada angka 9, setiap melewati angka itu...perutku kesakitan.

Menjelang malam, perutku baikan. Aku menyelesaikan beberapa tugasku, kemudian pulang. Big match euro kulewati dengan wajah meringis2, kesakitan...Sampe akhirnya aku ketiduran, sebelum babak selanjutnya. Huhuhu...

Ndilalah kok jam 2 kebangun. Bukan sengaja karena lanjut pengen nonton euro, tapi...perut kanan bagian bawah-ku itu sakit lagi. Kali ini luar biasanya berlipat2. Sampe posisiku bener2 nggak jelas. Terakhir, mendekati jam 4 pagi. Aku berusaha konsentrasi, melakukan awal gerakan yoga. Pernapasan diafragma dan memegang area yang sakit. Tidak terlalu memberi efek sebenarnya, tapi...cukup ampuh membuatku tertidur, hehehe....

Pagi hari bangun dengan lebih tenang meskipun terasa banget kalo kurang tidur. Pergi ke kantor dengan cukup senang karena...yeah, i think i'm getting better...BUT, after luch...dunno why, perut bagian kanan bawah-ku sakitnya bukan lagi luar biasa, Masya' Allah! Aku sampe nangis2 di depan beberapa temen (ugh, malu banget kan???).

(Untung bukan temen2 yang udah tau kebiasaan sakit perut pembawa bencana-ku itu, hehehe...(baca: dty, eno, rhe, ita, mom, ...). Kalo mereka tahu, pasti aku diledekin abis2an. Lha wong aku cerita dty, katanya..."wes matio ae kon!" BeTe kan??? Kalo eno bilang..."jangan lupa, kalo mau pingsan, telpon dulu!" Nyebelin kan? Sutralah...)

Temen besar-ku mau2nya nganterin aku sampe dapur dan menjemputku lagi pas time out, hehehe...thanx mbrot! Teman kecil-ku sudah berbaik hati menemani sambil ngitungin angka kesakitanku dengan cukup serius. (Dasar kurang kerjaan!). Katanya: "Kalau kamu nahan sakitnya per 3 menit, berarti sampe nanti malem, kamu masih bakal ngerasain sakit ini 182 kali. Hahahaha...padahal kamu kan deadline...". Whatever, makasih juga buat temen kecil-ku yang biarpun rese' tapi mau nemenin, wekekeke...

Ini hari ketiga, dan aku...lebih baik kok!!! ^^

..Kerja dalam Mimpi..

Ternyata, ngeri juga lho kalo masalah kerjaan sampe kebawa dalam mimpi. Hehehe...Sejak melalui hari Jumat, kemudian meninggalkan Sabtu, otakku penuh dengan masalah kerjaan. Sampe freezing rasanya, nggak bisa ngapa2in. UGH!

Ndilalah kok Minggu malem ke Senin pagi aku malah mimpi tentang kerjaan. Nyebelin banget kan? Iya, kerjaan...lengkap ama tokoh-tokoh mengerikan di dalamnya. Busyet, ngapain coba sampe begitu??? 1000 kali mending mimpi ketemu Asthon Kutcher (meskipun udah punyanya Demi Moore), hehehe... YAIYALAH!

Gara2 mimpi kerjaan ini juga aku jadi meragu. Minggu malam aku udah memikirkan dengan mantap apa yang ingin kujalani dalam karierku. Eh, bunga tidur sekitar empat jam ini sukses bikin aku berpikir ulang. Huhuhuhu...(ini defense mechanism kali' ya, abis emang dasar aku orangnya plin-plan, jelas aja berubah2 mikirnya).

Satu yang pasti, i have to move on...i will leave my bad habit which has poor effect for myself. huhuhuhu...I've already think about the way. Yeah, the way to move on...

..Ingin Berlibur..

Hah?

Pengen berlibur? (LAGI?)

Ya ampuuuunnn...gila amat sih?

Entah kenapa otakku mulai membeku lagi. Padahal, belum lama ini aku udah ambil cuti buat berlibur. Emang sih, harus kuakui, efeknya setelah itu SANGAT luar biasa. Aku bener-bener bisa menjalani pekerjaanku dengan lebih bersemangat dan cepet.

Nah, baru juga sebulanan gitu, eh...sekarang udah kepengen liburan lagi, hehehe...Abisan, rasanya otakku melambat utk diajak mikir. Hmmm...nggak bisa nyalahin kelemotanku juga sih, krn emang ada beberapa hal yang harus kupikirkan dengan cukup serius. Masalah hati dan masa depan (baca: kerjaan) --> haiah...bahasanya, TUWA amat!

Sekarang ini, aku hanya sedang tak bisa memfokuskan pikiranku utk mengurai "HAVE TO DO" things dalam hidup. Menulis pun jadi ikut agak mandeg. UGH! Apaan sih? Makanya pengen liburaaaaaaaaaaaaannnnnnnn...