..Pingsan (Lagi)..
Sudah cukup lama aku tak merasakannya lagi. Bersyukur sih, karena tak merasakan satu hal ini berarti aku baik-baik saja, hehehe...Ndilalah kok kemaren, aku malah merasakannya lagi. huhuhuhu...IYA! Aku pingsan. Hiks...hiks...Tapi, kali ini pingsannya cukup tentram. Karena aku sedang dalam pangkuan mama.
Pagi pas sampe kantor, tiba2 kudapati perutku sakit banget. Tapi aku masih bisa bertahan tanpa obat (secara aku nyari SENDIRI keliling kantor tapi nggak dapet). Jujur menit-menit berikutnya makin berat buatku. Aku nggak tahan. Nggak ada yang peduli pula. No one (meskipun cuma bersimpati lewat sms). Hehehe...dasar aku ngalem, kayak anak kecil (lagi).
Jam makan siang datang. Aku dijemput keluargaku untuk makan siang bareng. Aku tergolek lemas dengan mimik wajah paling jelek karena menahan sakit (padahal udah minum obat). Kami tiba di sebuah rumah makan, tak jauh dari kantorku. Memesan beberapa menu favorit masing-masing, kemudian menunggu...
Aku berusaha sebisa mungkin untuk merasa lebih enakan. Duduk dengan kaki diangkat-duduk dengan punggung melorot-hadap kanan-hadap kiri-menjatuhkan kepala di pundak mama. Sampai pesanan datang satu per satu pun perutku masih sakit. Ketika mama menyendokkan nasi putih di atas piringku, ketika itulah sekujur tubuhku lemas. Seperti kehilangan energi, sama sekali tak bersisa.
Entah apa yang terjadi, berikutnya aku sadar kalau tubuhku dalam pangkuan mama. Semua anggota keluarga dengan cepat menghabiskan makanan. Kudengar perlahan suara papa, "Buruan dihabisin, abis ini bawa kakak ke UGD RKZ." DEG! Rumah sakit? (lagi?). Sekelabat bayangan muncul dalam benakku. Infus, jarum suntik, oksigen, para suster, dan sebagainya. HWAAAAAAA...kayak dulu lagi dong???
"Bismillah..." Menit berikutnya, setelah kukumpulkan sisa energi yang ada, kupanggil papa. "Pa, berdiri di kananku, tarik aku. Aku mau duduk," pintaku pada papa. Papa pun mengiyakan. Rasa sakit itu masih sangat melekat, aku meringis tak jelas sembari memegang perut. "Lakukan gerakan yoga!" kata papa. (Batinku bilang: Hah? Papa tahu gerakan yoga?). Hehehe...
Aku mencoba menyilangkan kakiku, berkonsentrasi dan melakukan pernapasan diafragma. Berkali-kali. Dan...rasanya lebih baik! Kuminum obat yang kedua siang ini. Ah, tak biasanya aku minum dua tablet dalam kurun waktu tak sampai satu jam. Yeah, then kondisiku membaik.
Makanan di atas meja nyaris tak tersisa. Perutku berdendang. Kupesan satu menu lagi dan memakannya sampai habis (tapi makan juga dibantuin semuanya, hehehe...). Inginku tak kembali ke kantor, sejenak saja beristirahat di rumah. Tapi terbayang raut tak mau tahu dan tak peduli dalam benakku. Kuurungkan niatku dan memilih untuk diantar kembali ke kantor. Memang masih sakit, tapi nggak apa2lah ^^
Aku belajar lagi kemarin.
Aku yang ngalem, kesel banget nggak dipeduliin orang lain pas lagi sakit. Tak seharusnya aku begitu. Orang lain punya kesibukan masing-masing. Punya prioritas sendiri-sendiri. Aku nggak boleh ngalem. Harus lebih bisa nerima. Harus lebih bisa mengandalkan diri sendiri, maksimal opsi adalah keluarga, mereka yang pasti sayang aku dan tak kan pernah pamrih ataupun keberatan ketika aku bersandar.

Recent Comments